EPSP

EPSP Angkatan 8

EPSP Angkatan 8

EPSP Angkatan ke-8 dilakukan pada periode Agustus – Oktober 2018 dan diikuti oleh 16 peserta yang berasal dari sektor swasta, LSM dan pemerintah.

Seperti EPSP pada angkatan sebelumnya, EPSP Angkatan 8 juga melakukan field trip ke wilayah Bantar Gebang, Bekasi, untuk mengkaji kemitraan yang dilakukan oleh Indofood dan Pos Daya Delima 7 di Desa Ciketing Udik untuk program pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengolahan makanan berbasis terigu. Di desa tersebut, Indofood memberikan bantuan berupa: (1) pinjaman perangkat pengolahan makanan; (2) pelatihan untuk ibu-ibu di tingkat kelurahan terkait perbaikan gizi; (3) menjalankan program kesehatan. Tujuan diadakannya aktivitas field trip ini sendiri adalah agar masing-masing peserta bisa memahami terlebih dahulu bagaimana para stakeholders saling bekerjasama dalam suatu program kemitraan yang sedang berlangsung.

Sebagai syarat akhir, para peserta EPSP membangun prototype program kemitraan berdasarkan pengetahuan yang didapat selama mengikuti kelas EPSP dan kunjungan lapangan.

Hasil prototype yang dibangun oleh 3 kelompok pada Angkatan 8 adalah:

  • Kelompok Atung membangun kemitraan dalam Laju Digital UKM untuk Kemajuan Indonesia
  • Kelompok Bhin Bhin membangun kemitraan untuk Mendorong Pengembangan Bisnis Wisata Alam Berkelanjutan di Desa Ujung Jaya
  • Kelompok Kaka membangun kemitraan sebagai upaya untuk Menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) di Wilayah Bogor

Peserta:

Bisnis

  • Cynthia Ayu Primantari Putri – Account Executive, Harian Kompas 
  • Evodia Almawaty Sembiring – Chief of AOC Content Specialist, IMPRO
  • Fellycia Novka Kuaranita –Copy Writer,  Harian Kompas 
  • Martina Prianti – Communication Marketing, PT Netral Kontinental Media 
  • TA Herly Marwanto – Daya Tumbuh Usaha Lead, Bank BTPN

Organisasi Nirlaba

  • Adji Santoso – Head of Brand and Partnership, WWF 
  • Ari Maulana Karang –  Ketua Bidang, P2TP2A Garut 
  • Azhari Fauzi –  Ex Badan Diklat, Wanadri 
  • Bahrul Ulum – Koordinator Program, LKNU 
  • Kurniawaty Yusuf – Direktur, Universitas Paramadina 
  • Israruddin –  SDSN Youth Coordinator, United in Diversity Foundation 
  • Marendra Cahya Sadikin –  Partnership Building Officer, CCPHI

Pemerintah

  • Frieszca Rara Juta – Penyusun Bahan Kerja Sama LSM Asing dan Badan Swasta Asing, Kemendagri.
  • Juariah – Dosen, Prodi Kebidanan Bogor Poltekkes  Kemenkes Bandung. 
  • Maryunani Sinta Hapsari – Investigator, KPPU RI. 
  • Tomas – Kepala Dinas Kesehatan, Pemkab Pakpak Bharat

Narasumber:

Arief Budiman - Praktisi Government Relations

Sebagai seorang sarjana hukum, Arief Budiman hanya sempat berprofesi di dunia hukum sebagai staf di kantor penasihat hukum bisnis di Jakarta yang berfokus di Hukum Udara dan Ruang Angkasa. Setelahnya Arief memilih terjun di politik kepartaian sejak tahun 2003. Di tahun 2016 Arief sempat tinggal di Washington DC sebagai Staf Peneliti di Law Library of Congress. Pada 2008, Arief kembali ke Jakarta dan menjadi Asssociate di kantor konsultan hubungan pemerintahan di HD Asia Advisory. Pada 2009, Arief bersama Letjen (Purn) Agus Widjojo dan Marzuki Darusman mendirikan National Institute for Democratic Governance untuk melakukan pendampingan bagi Fraksi Partai Demokrat DPR RI. Setelah 2 tahun, Arief kembali ke DPR dan menjabat sebagai Staf Khusus Wakil Ketua DPR bidang Politik dan Keamanan. Di awal 2012, Arief memfokuskan diri sebagai penasihat urusan hubungan stakeholders politik & legislatif di Freeport McMoran hingga sekarang. Pada tahun 2014 bergabung dengan Vriens & Partners sebagai Penasihat untuk kantor perwakilan Jakarta.

Arif Budimanta, Wakil Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional Republik Indonesia 

Arif Budimanta saat ini adalah Wakil Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional, sebuah badan yang ditandatangani oleh Presiden dalam bentuk Keputusan Presiden No. 8 tahun 2016 untuk mendukung keberhasilan Kabinet Presiden dalam menentukan kebijakan ekonomi dan industri. Dalam kapasitasnya, Ia juga merupakan Anggota Dewan Direktur Eximbank Republik Indonesia; Dosen Program Pascasarjana Universitas Indonesia (UI); Anggota dari Royal Economic Society (RES) London; Pendiri dan Penasihat Senior Indonesian Centre for Sustainable Development (ICSD); Direktur Eksekutif The Megawati Institute sejak 2008 hingga sekarang. 

Ia terpilih sebagai Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Indonesia (DPR RI) pada tahun 2009-2014 untuk komisi XI yang mengawasi isu-isu perencanaan pembangunan, keuangan dan perbankan. Arif Budimanta memperoleh gelar PhD dari Universitas Indonesia, kemudian belajar Keuangan di University of Chicago dan Kepemimpinan untuk Program Eksekutif Senior di Harvard Business School (HBS). 

Beliau telah berpengalaman sebagai Konsultan Pertambangan, Minyak, Gas dan Pengembangan. Sebelumnya ia juga menjabat sebagai Staf Ahli di PT. Timah (Persero) Tbk tentang Pembangunan Berkelanjutan dan CSR.

Prof. Dr. Emil Salim - Ahli Ekonomi, Cendekiawan

Prof. Dr. Emil Salim adalah seorang ahli ekonomi, cendekiawan, pengajar, dan politisi Indonesia. Emil adalah tokoh lingkungan hidup internasional yang pernah menerima The Leader for the Living Planet Award dari World Wide Fund (WWF), suatu lembaga konservasi mandiri terbesar dan sangat berpengalaman di dunia. Ia juga penerima anugerah Blue Planet Prize pada tahun 2006 dari The Asahi Glass Foundation. Sebelumnya, pada tahun 1994, setelah menyelesaikan jabatan sebagai Menteri Negara Lingkungan Hidup dan Kependudukan, Emil beserta koleganya seperti Koesnadi Hardjasoemantri, Ismid Hadad, Erna Witoelar, M.S. Kismadi, and Nono Anwar Makarim mendirikan Yayasan Keanekaragaman Hayati (Yayasan KEHATI), sebuah NGO yang bergerak di bidang pelestarian lingkungan.

Ena Witoelar - 

Erna Witoelar adalah mantan Menteri Permukiman dan Pengembangan Wilayah pada Kabinet Persatuan Nasional, ia pernah menjadi Duta Besar khusus PBB untuk MDGs di Asia Pasifik. Erna Witoelar juga menjadi Dewan di beberapa LSM seperti di Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI), Yayasan Pembangunan Berkelanjutan (YPB), dan Dana Mitra Lingkungan (DML). Ia saat ini juga memimpin Konsorsium Filantrofi Asia Pasifik (APPC), Yayasan Inovasi Pemerintahan Daerah (YIPD), dan ketua bersama dari Asia Pacific Water Forum (APWF). Ia adalah salah satu pendiri dan pernah menjadi Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) dan Presiden Konsumen Internasional dan Yayasan Konsumen Indonesia (YLKI).