-
Ruko CBD, Blok G No. 9, Green Lake City
Jl. Green Lake City Boulevard, Kota Tangerang, Banten 15148
-
Mail us:
- Market Place
BERITA & AGENDA
Kerja Sama CCPHI dan Paramadina dalam Memperkaya Studi Kemitraan di Indonesia melalui EPSP
Jakarta 14 Desember 2017 - CCPHI dan Universitas Paramadina hadir bersama dalam Paramadina Research & Community Service Day ke-6 yang diselenggarakan pada hari Kamis, 14 Desember 2017 di Auditorium Nurcholish Madjid - Universitas Paramadina Jl. Gatot Subroto Kav. 97 Mampang, Jakarta. Kegiatan ini menghadirkan topik khusus kemitraan yang diformasikan dalam diskusi panel-diskusi panel tentang berbagai studi kasus kemitraan. Beberapa dari yang ditampilkan adalah studi kasus-studi kasus yang dihasilkan dari program Executive Program for Sustainable Partnership (EPSP).
Sejak bulan November 2014 kerja sama CCPHI dan Universitas Paramadina telah berlangsung erat dalam hal membangun program studi Kemitraan di Pasca Sarjana Universitas Paramadina, melalui digiatkannya embrio program berupa Executive Program for Sustainable Partnership (EPSP). Kegiatan EPSP sendiri hingga akhir 2017 telah berlangsung dalam 6 batch dan masih terus berjalan.
Research Day dan Pengabdian masyarakat yang ke 6 Universitas Paramadina diselenggarakan dengan mengambil topik khusus Kemitraan adalah untuk menjawab tantangan terhadap globalisasi yang merujuk pada Sustainable Development Goals (SDGs), termasuk bisnis inklusif dan kemitraan antar sektor. Kemitraan ini yang berlandaskan asas tata kelola yang baik (good governance), shared value dan keberlanjutan (sustainability). Pemaparan hasil penelitian Research Day dan Pengabdian Masyarakat kemitraan yang dilakukan oleh antar sektor tersebut bersumber pada bagaimana pemberdayaan potensi dan sumber daya yang dimiliki masyarakat luas di Indonesia yang bersumber pada aspek aspek Strategic Develeopment Goals (SDGs).
Pada pembukaan Paramadina Research & Community Service Day ke-6 ini, diskusi Panel pertama menghadirkan pembicara Raffiudin Palinrungi, Program Officer dari Ford Foundation yang memaparkan tentang Sustainability dalam Kemitraan, dilanjutkan dengan Andrie Darusman, Daya Head PT. Bank Tabungan Pensiun Nasional (Tbk) dengan materi Multikolaborasi dalam Kemitraan, serta Yohanes Bewahan, Community Economic Development Manager PT. Freeport Indonesia yang memaparkan tentang negosiasi dalam Kemitraan. Diskusi panel ini dimoderatori oleh Kemal Soerawidjaja dari CCPHI.
Ada hal menarik saat peserta seminar menanyakan mengenai seperti apa yang disebut ‘kemitraan yang equal’? Jawaban dari ketiga pembicara sesuai pengalaman masing-masing menjadikan keberagaman. Bagi Freeport, sejauh pengalamannya belum pernah terjadi cost sharing dalam kegiatan kemitraan yang selama ini mereka jalani. Menurutnya, selalu Freeport yang harus membiayai. Bagi BTPN, kemitraan yang equal adalah program tidak dikomersialitaskan dan yang terpenting visi dan misi kedua pihak harus sejalan. Bagi Ford Foundation, kemitraan yang equal adalah masing-masing pihak terbuka dan saling bisa dipercaya. Pada akhir sesi ketiga pembicara sepakat bahwa jalan yang harus ditempuh agar suatu organisasi bisa berkelanjutan adalah kemitraan.
Para peserta seminar berasal dari kalangan mahasiswa dari berbagai jurusan yang ingin mengetahui tentang kemitraan.
Selanjutnya, acara dilakukan dengan diskusi panel dari berbagai studi kasus kemitraan yang berlangsung di ruang-ruang berbeda.
Di ruang Granada, dengan moderator Dr. Eka Wenat, menampilkan:
- FOne Kecamatan One Center for Entrepreneurship (OK-OCE) dalam Ekosistem Kewirausahaan Kota Jakarta:Kerangka Kebijakan dan Kemitraan Stakeholders bersama Bani Pamungkas dan Maulana Yusuf (Univ.Bakrie & Univ. Sultan Agung Tirtayasa)
- Membangun Kemampuan Menjadi Wirausaha Budi Daya Ikan serta Produk Olahannya (Studi Pada Yayasan Rumpun Anak Pesisir (YRAP) Kampung Nelayan Blok Eceng, Muara Angke, Kelurahan Pluit Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara) bersama Ignasius Ario Sumbogo dan Donant Alananto Iskandar
(Institut Teknologi dan Bisnis Kalbis) - Understanding the Partnership Landscape for Renewable Energy Development in Indonesia bersama Iqbal Akbar ( Technische Universität Berlin, Germany)
- Model Kemitraan Strategis Pada Bisnis Ritel (Kajian Komunikasi Bisnis pada Kampanye Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik) bersama Rahyang Nusantara (PGSC Univ. Paramadina)
- Program Corporate Social Responsibility PT. Bukit Asam dengan Pendekatan Stakeholder melalui program kemitraan: Studi kasus pembangkit listrik tenaga mikro hidro di Desa Pelakat, Tanjung Enim, Sumatra Selatan bersama Dian Rosdiana, Iin Mayasari, Handrix Chris Haryanto, Iyus WiadiF
Di Ruang B1.1 dengan moderator Dr. Fuad Mahbub Siraj menampilkan:
- Studi Kasus kemitraan Tempo: Transformasi Digital” bersama Iyus Wiadi, Iin Mayasari, Handrix Chrisharyanto
- Studi Kasus Kemitraan Trakindo bersama Herdiana Werdhaningsih, Retno Hendrowati
- Studi Kasus Kemitraan POSLOG bersama Fatchiah E. Kertamuda dan Iin Mayasari
- Studi Kasus Kemitraan BTPN bersama Ayu Dwi Nindyati dan Prima Naomi
Di Auditorium Nurcholish Majid, dengan moderator Drs. Agoes Joesoef, M.Si. menampilkan:
- Studi Kasus Kemitraan Yayasan Kesejahteraan Anak Indonesia bersama Asriana Issa Sofia, Alfikalia
- Studi Kasus Kemitraan Perusahaan Indonesia Service Dialog bersama Handi Risza dan Shiskha Prabawaningtyas, Adrian Widjanarko
- Studi Kasus Kemitraan Perusahaan Ancora Foundation bersamaTia Rahmania dan Gilang Cempaka
- Studi Kasus Kemitraan; BMT Sidogiri bersama Hadi Riza dan Prima Naomi.
Studi kasus - studi kasus yang ditampilkan sebagian berasal dari hasil program EPSP. Dalam pelaksanaan kegiatannya, program EPSP selalu menghasilkan prototype kemitraan dari para peserta yang dirancang selama kegiatan.
EPSP merupakan suatu program inisiatif untuk menjawab tantangan terhadap globalisasi yang merujuk pada Sustainable Development Goals (SDGs), bisnis inklusif dan kemitraan antar sektor. EPSP berlandaskan (platform) asas Tata Kelola yang Baik (Good Governance), Shared Value dan Keberlanjutan (Sustainability).
EPSP bertujuan untuk membentuk para eksekutif yang mampu: (1) membangun kepercayaan antar sektor serta meningkatkan pengetahuan dan keterampilan untuk mencapai kemitraan yang efektif, (2) menjawab kebutuhan terhadap kemitraan lintas sektoral dalam konteks sosial, ekonomi dan budaya dan (3) mengembangkan, mengimplementasikan serta mengevaluasi kemitraan yang berkelanjutan melalui pendekatan pembelajaran (lessons-learned) dan berbasis bukti (evidence based).
Kegiatan EPSP umumnya berlangsung dalam 4 sesi selama 4 bulan. Menghadirkan para narasumber dari unsur akademisi, praktisi serta figur/tokoh inspiratif mewakili berbagai sektor dan isu termasuk mereka yang mewakili sektor bisnis, pembangunan dan pemerintah. Sedangkan pesertanya adalah para eksekutif dari berbagai sektor termasuk sektor bisnis, pembangunan dan pemerintah maupun organisasi internasional.
Mitra
Kami





